Melibatkan Pemangku Kepentingan dalam Penutupan Tambang

Sumber Gambar: https://www.news24.com/fin24/companies/fear-of-job-losses-grips-coal-mining-towns-as-transition-to-clean-energy-gains-traction-20210901

Aspek sosial dari penutupan tambang hingga saat ini tetap menjadi tantangan bagi sebagian besar perusahaan tambang. Sehingga, menemukan cara yang efektif untuk mengelolanya menjadi sangat penting bagi industri ini. Hal ini mendorong Aleksandra Kozłowska-Woszczycka dan Katarzyna Pactwa untuk menelitinya lalu mengusulkan pendekatan berdasarkan keterlibatan masyarakat dalam proses penutupan tambang dengan memerkenalkan konsep Social License for Closure (SLC) dalam artikel berjudul Social License for Closure—A Participatory Approach to the Management of the Mine Closure Process. Dengan melibatkan masyarakat, SLC memberikan suara kepada kelompok-kelompok masyarakat yang terdampak, serta memungkinkan perusahaan tambang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan mereka untuk memastikan transisi yang adil. Artikel yang terbit di jurnal Sustainability Vol. 14, tanggal 28 Mei 2022 tersebut didasarkan pada contoh Polandia, negara yang menghadapi tantangan luar biasa dalam menutup tambang-tambang batubaranya. Namun, tantangan itu harus dihadapi karena melibatkan pemangku kepentingan dalam proses perencanaan penutupan tambang adalah satu-satunya gagasan yang sesuai dengan tanggung jawab sosial perusahaan di industri ini.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev
ICMM [2022]: Kerangka dan Petunjuk Pelaporan Aspek Sosial dan Ekonomi

ICMM [2022]: Kerangka dan Petunjuk Pelaporan Aspek Sosial dan Ekonomi

ICMM, 2022

Next
Embracing Our New Purpose: Laporan Keberlanjutan Vale Indonesia 2021

Embracing Our New Purpose: Laporan Keberlanjutan Vale Indonesia 2021

“Dekarbonisasi global menciptakan proyeksi peningkatan permintaan nikel

You May Also Like