IFC [2012]: Standar Kinerja Keberlanjutan Lingkungan dan Sosial

IFC, 2012. IFC Performance Standards on Environmental and Social Sustainability.

International Finance Corporation-IFC adalah lembaga keuangan internasional yang menawarkan layanan investasi, konsultasi, dan manajemen aset untuk mendorong pengembangan sektor swasta di negara-negara kurang berkembang (less developed countries). IFC adalah anggota Grup Bank Dunia dan berkantor pusat di Washington, D.C. di Amerika Serikat. IFC Performance Standards adalah tolok ukur internasional untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko lingkungan dan sosial dari klien IFC.

Kerangka Kerja Keberlanjutan IFC mengartikulasikan komitmen strategis IFC untuk pembangunan berkelanjutan, dan merupakan bagian integral dari pendekatan IFC terhadap manajemen risiko. Kerangka Kerja Keberlanjutan terdiri dari Kebijakan dan Standar Kinerja IFC tentang Keberlanjutan Lingkungan dan Sosial, dan Kebijakan Akses pada Informasi IFC. Kebijakan tentang Keberlanjutan Lingkungan dan Sosial menggambarkan komitmen, peran, dan tanggung jawab IFC terkait dengan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Kebijakan Akses Informasi mencerminkan komitmen IFC terhadap transparansi dan tata kelola yang baik dalam operasi, pengungkapan atas investasi, dan layanan yang dilakukan IFC.

IFC memiliki mandat pembangunan, yaitu:
1. Perusahaan yang sukses penting untuk pertumbuhan jangka panjang, penciptaan pekerjaan, dan pembangunan yang berdampak positif kepada kelompok miskin
2. Pengelolaan risiko yang baik, memiliki dampak yang positif pada lingkungan, masyarakat dan bisnis
3. Terdapat korelasi positif antara pengelolaan risiko lingkungan dan sosial yang baik dan kinerja keuangan

Kerangka keberlanjutan IFC diterbitkan pada 2012, saat ini semakin banyak dipakai oleh proyek-proyek internasion al yang dibiayai oleh lembaga keuangan global, lenders internasional, serta investor yang ingin memastikan bahwa investasinya pada suatu proyek menguntungkan secara finansial, serta memiliki dampak baik kepada lingkungan dan masyarakat. Investor juga ingin memastikan bahwa investasi tidak menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap HAM, perusakan lingkungan, dan munculnya risiko yang berpotensi menyebabkan mereka mendapat tuntutan legal dari pemangku kepentingan dan risiko rusaknya reputasi.

Dalam penerapan IFC Performance Standards di Indonesia penting sekali melakukan penyesuaian (alignment) dengan seluruh regulasi nasional. Manakala dijumpai ketiadaan regulasi nasional yang mengatur, maka perusahaan atau organisasi wajib menggunakan standar ini. Jika terdapat regulasi nasional, maka organisasi atau perusahaan harus memilih regulasi atau aturan mana yang lebih ketat dan lebih hati-hati.

Perlu ditekankan bahwa penggunaan IFC Performance Standards harus berfokus pada outcomes, tidak hanya sekedar kelengkapan dokumen dan pemenuhan check list. Dia harus dapat menjamin dan berdampak pada peningkatan kinerja sosial, lingkungan, dan tata kelola yang lebih baik.

Terdapat tiga jenis risiko yang dihadapi lembaga keuangan akibat kinerja lingkungan dan sosial dari proyek yang dibiayai, yaitu:

1) Credit risk: Klien tidak dapat membayar kembali pinjaman karena isu lingkungan dan sosial
2) Liability Risk: Lembaga keuangan mungkin menghadapi komplikasi hukum, biaya, dan/atau denda dalam memperbaiki kerusakan lingkungan dan sosial
3) Reputational Risk: Aspek negatif dari sebuah proyek merugikan dan merusak reputasi lembaga keuangan.

Banyak proyek di Indonesia saat ini yang mencari sumber pendanaan lembaga keuangan internasional ‘dipaksa’ harus comply dengan IFC Performance Standards. Konsultan audit lingkungan dan sosial internasional biasanya akan melalukan penilaian atas kinerja lingkungan dan sosial kemudian memberikan rekomendasi kepada lembaga keuangan apakah pembiayaan terhadap suatu proyek layak diteruskan, dilakukan perbaikan atas kesenjangan antara Standar dan kinerja lingkungan dan sosial, atau dibatalkan.

Keuntungan dalam penerapan Internasional Standar ini:

1. Melindungi dari Risiko dan Dampak yang tak terduga. Penerapan standar membantu perusahaan mengidentifikasi dan melindungi dari gangguan dalam eksekusi proyek, melindungi brand, dan mengakses pasar internasional
2. Meningkatkan Kinerja Keuangan dan operasional. IFC percaya bahwa dengan comply Performance Standar, perusahaan akan dapat mengoptimalisasikan pengelolaan input seperti air dan energi. Ini akan meningkatkan efisiensi operasi.
3. Social License to Operate. Standar membantu perusahaan untuk memaksimalkan manfaat pembangunan masyarakat lokal dan praktik good corporate citizenship. Ini akan meningkatkan keberterimaan masyarakat dan pemerintah, yang menyebabkan didapatnya social license to operate.
4. Mendapatkan Persetujuan dari Pemangku kepentingan internasional.

Ringkasan dari IFC Performance Standard ini adalah:

1. Menghindari dampak jika mungkin
2. Bertujuan untuk mencapai spesifik outcomes
3. Cakupan yang luas dalam penilaian dan pengelolaan dampak (secara geografis, time horizon, pihak ketiga, dan dampak kumulatif)
4. Berpikir proaktif tentang risiko dan dampak, khususnya tantangan global: Perubahan iklim, keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, air, Hak Asasi Manusia,, kemiskinan dan inklusi sosial


Ada delapan Performance Standards yang harus dipenuhi oleh organisasi atau korporasi dalam seluruh siklus investasi berdasarkan IFC, yaitu:

Performance Standard 1: Assessment and Management of Environmental and Social
Risks and Impacts
Performance Standard 2: Labor and Working Conditions
PerformanceStandard 3:Resource Eficiency and Pollution Prevention
Performance Standard 4: Community Health, Safety, and Security
Performance Standard 5: Land Acquisition and Involuntary Resettlement
Performance Standard 6: Biodiversity Conservation and Sustainable Management of Living Natural Resources
Performance Standard 7: Indigenous Peoples
Performance Standard 8: Cultural Heritage


Terdapat dua dokumen penting IFC PS, yaitu IFC PS 1-8 dan IFC PS Guidance Notes.

Link untuk mendapatkan IFC Performance Standards:
https://www.ifc.org/wps/wcm/connect/Topics_Ext_Content/IFC_External_Corporate_Site/Sustainability-At-IFC/Policies-Standards/Performance-Standards

https://www.ifc.org/wps/wcm/connect/topics_ext_content/ifc_external_corporate_site/sustainability-at-ifc/publications/publications_policy_gn-2012


Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev
Menuju Pertambangan Rendah Karbon

Menuju Pertambangan Rendah Karbon

Episode 8 dari seri diskusi Prospecting Purpose menghadirkan Chih-Ting Lo

Next
Transisi Ekonomi: Bukan Sekadar Penutupan Tambang

Transisi Ekonomi: Bukan Sekadar Penutupan Tambang

Di antara segelintir orang yang sudah sangat lama mendalami penutupan tambang,

You May Also Like