IEA, 2021. The Role of Critical Minerals in Clean Energy
5 Mei 2021 – Pergeseran ke sistem energi bersih dipastikan bakal mendorong peningkatan besar dalam kebutuhan berbagai jenis mineral. Ini berarti bahwa sektor energi muncul sebagai kekuatan utama di pasar mineral. Kalau hingga pertengahan 2010-an, untuk sebagian besar mineral, sektor energi hanya mewakili sebagian kecil dari total permintaan, ketika transisi energi semakin cepat, teknologi energi bersih bakal menjadi segmen permintaan yang tumbuh paling cepat. International Energy Agency (IEA) menghitung dalam dokumen The Role of Critical Minerals in Clean Energy Transitions bahwa skenario pemenuhan tujuan Perjanjian Paris, bakal membuat dalam dua dekade mendatang kenaikan 40% untuk tembaga dan elemen tanah jarang, 60-70% untuk nikel dan kobalt, dan hampir 90% untuk lithium.