Gursoy, 2022. The Mining Industry: Challenges and Opportunities of Decarbonization.
Kini tak bisa dimungkiri lagi bahwa pertambangan adalah industri penting dalam hal dekarbonisasi dan transisi ke ekonomi rendah karbon. Pasokan bahan baku dari industri pertambangan semakin menjadi pusat upaya dekarbonisasi dan elektrifikasi global yang akan menentukan sukses atau gagalnya sebagian besar industri lainnya dalam dekarbonisasi. Pembangkit listrik tenaga angin dan matahari, kendaraan listrik berbasis sel baterai, dan produksi hidrogen, semuanya bergantung pada industri pertambangan untuk menghasilkan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung produksinya. Menurut Badan Energi Internasional (International Energy Agency, IEA), kebutuhan mineral untuk teknologi energi bersih diperkirakan akan meningkat empat kali lipat pada tahun 2040 agar selaras dengan tujuan yang diusulkan oleh Persetujuan Paris. Salah satu masalahnya adalah bahwa industri pertambangan adalah industri yang sangat intensif karbon dan penghasil emisi gas rumah kaca (GRK) yang signifikan. Ketika kita melihat profil karbon dari industri pertambangan, kita melihat bahwa emisi Cakupan 1 dan 2 menyumbang 4 hingga 7% dari total emisi GRK global dan ketika kita memasukkan Cakupan 3, ini meningkat menjadi 28%. Artikel berjudul The Mining Industry: Challenges and Opportunities of Decarbonization yang ditulis oleh Begum Gursoy ini membahas apa saja yang bisa dilakukan oleh industri pertambangan untuk bisa menurunkan emisinya, juga sumber-sumber pembiayaan yang bisa diperoleh.